November 9, 2011
October 10, 2011
Perempuan Penggulung Benang Kusut
Akan kucoba. kali ini. pada sebidang lelah. setelah bertengkar denganmu. tentang cemas yang selalu kau sajakkan untukku. perempuan penggulung benang kusut.
July 25, 2011
Bukan Puisi
Kali ini aku tidak tertarik menggurat diksi dalam sebuah puisi. Anggap saja ini hanya curahan hati lelaki yang menuju pada perempuan yang tidak dikenalnya. Kau. Ya, kaulah perempuan itu.
April 16, 2011
Jenuh
Sudah kuputuskan. Aku tak lagi akan bercerita padamu. Meneriakan jenuh yang mengganggumu tiap pagi. Kupikir sudah saatnya kembali mengenali derap kaki yang dulu pernah melintas di panggung akademi. Ya, aku akan kembali menulis, kawan. Menyusun irama tentang ranjang, atau janggutmu yang mulai panjang. Kau tak perlu lagi cemas pada kisah yang kunyanyikan tiap kali bertemu denganmu. Jenuh lagi. Bosan lagi. Mungkin terkadang kau ingin sekali rasanya menyumpal saja mulutku. Dengan senja, barangkali: benda yang sering kusahajakan di depanmu.
Ya, kau pasti bertanya, kenapa tiba-tiba aku tertarik lagi pada deret kata yang sebenarnya membuat rekan kerjaku tertawa. Terlalu picisan, katanya. Kurasa kau tak sepaham dengan mereka. Hey, aku ingat betul isi pesan singkat yang kau kirim dengan diksi yang tak biasa itu. Cukup manis, rasanya.
Aku ingin mencintaimu dengan sempurna, dengan segenap semesta.



